share your knowledge here

Gender Dalam Islam

 

A.    Makna Sex dan Gender

Kata “sex” berasal dari bahasa Inggris “sex” yang berarti jenis kelamin. Sedangkan gender berasal dari bahasa Inggris “jender” yang berari hasil atau akibat dari pembedaan atas dasar jenis kelamin tersebut.

Gender merupakan kontruksi social yang dibentuk oleh suatu masyarakat karena pengaruh agama atau kepercayaan, adat atau pemerintahan yang kemudian hal tersebut diakui oleh masyarakat secara luas. Kalau dipakasakan gender sebagai kodrat maka gender adalah merupakan kodrat budaya yang dapat dibentuk dan dirubah, gender bersifat dinamis, bukan kodrat karunia illahi yang sifatnya mutlak sebagaimana jenis kelamin.

B.     Membedakan antara Sex dan Gender
C.    Menghubungkan perkembangan gender pada masa pra islam dengan masa nabi Muhammad SAW

  • Perkembangan gender pada masa pra islam

Pada masa dahulu (pra islam) perempuan tidak dihargai kemanusiannya, ia dibawah kaum laki-laki. Mereka di perlakukan sebagaimana kekayaan kaum laki-laki. Dalam Al-Quran dijelaskan bagaimana kaum arab jahiliyah memperlakukan perempuan sejak kelahirannya, mereka dibunuh secara keji dengan dikubur hidup-hidup karena orang tuanya merasa malu dan terbebani kehidupannya. Dalam surat An-Nahl ayat 58-59 disebutkan.

“dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburnya (hidup-hidup)?. Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”.

Dalam surat An-Nahl dijelaskan bahwa pada zaman jahiliyah apabila mendapatkan berita kelahiran anak mereka perempuan maka mereka sangatlah marah dan menyembunyikan dirinya karena malu bahkan tak jarang karena takut menanggung malu mereka tega menguburkan putri mereka hidup-hidup dalam tanah begitulah potret keadaan zaman pra islam yang sudah dijelaskan dalam Al-Quran bahwa seorang perempuan tidak dihargai sama sekali.

  • Perkembangan gender pada masa Nabi Muhammad SAW.

Sesuai dengan misi kerasullan Muhammad yaitu dalam rangka menyempurnakan akhlaq maka praktek-praktek keji terhadap perempuan dihapuskan oleh islam. Rasullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya semua manusia adalah sama, kesamaan mereka bagaikan gigi yang rata. Tidak ada yang lebih mulia antara satu dengan lain, Arab tidaklah lebih mulia dibandingkan dengan non Arab atau antara laki-laki dengan perempuan. Allah lebih mencintai orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya”. (H.R. Bukhori)

Dari hadist diatas dijelaskan bahwa semua manusia ciptaan Allah adalah sama, baik itu laki-laki maupun perempuan yang membedakan diantara mereka adalah ketakwaan mereka. Perempuan adalah makhluk yang mempunyai hak-hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan perintah Allah untuk mewujudkan kesejahteraan didunia.

Menurut Haifa A Jawad dalam bukunya “The Right Of Women in Islam (an Anthentic Approach)” dijelaskan hak perempuan sebagai berikut:

  1. Peraturan yang mengatur tentang kepemilikan secara independen bagi perempuan, memberikan kebebasan kepada perempuan untuk mengelola hartanya secara mandiri.
  2. Perempuan yang mengatur tentang perkawinan dan perceraian dalam Al-Quran surat Ar-Ruum : 21
  3. Peraturan yang mengatur tentang pendidikan.
  4. Peraturan yang melindungi identitas pribadinya.
  5. Peraturan yang mengatur tentang hak untuk menikmati hubungan seks.
  6. Peraturan yang melindungi hak waris bagi perempuan.
  7. Peraturan yang melindungi hak perempuan untuk memilih dan dipilih dalam politik dan partisipasi perempuan didunia public.
  8. Peraturan yang menjelaskan tentang hak untuk mendapatkan penghargaan yang sama.
  • Hubungan perkembangan gender pada masa pra islam dengan masa Nabi Muhammad SAW adalah bahwa pada zaman pra islam seorang perempuan tidak dihargai sama sekali tetapi setelah masuknya islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad hak-hak perempuan mulai diakui serta lebih dihargai keberadaannya.

Feminisme

Gerakan feminism di Barat dasarnya ingin keluar dari penindasan ketidakadilan dan eksploitasi yang oleh laki-laki maupun oleh budaya.

Beberapa corak gerakan feminism yakni:

  • Feminisme liberal : mereka percaya bahwa kebebasan dan persamaan berakar pada rasionalitas, dan perempuan adalah makhluk rasional juga maka mereka menuntut hak yang sama sebagaimana kaum laki-laki.
  • Feminis sosialis : kebalikan dari feminis kapitalis.
  • Feminis radial : dasar pemikiran mereka adalah penindasan perempuan ber-akar dari laki-laki.
  • Feminis marxis : mereka beranggapan bahwa penindasan perempuan adalah perempuan bagian dari penindasan kelas dalam hubungan produksi.

Gender dan Feminisme dalam Islam.

Manusia adalah satu-satunya makhluk eksistensialis, karena makhluk ini yang bisa turun naik derajatnya di sisi Tuhan. Manusia adalah ciptaan terbaik, tetapi mustahil akan turun kederajat “paling rendah” bahkan bisa lebih rendah dari pada binatang. Ukuran kemulian di sisi Tuhan adalah prestasi dan kualitas, tanpa membedakan etnik dan jenis kelamin.

Al-Quran  tidak menganut paham the second sex  yang memberikan keutamaan kepada jenis kelamin tertentu namun menganut paham kesetaraan laki-laki dan perempuan sebagaimana yang tersirat dalam surat An-Nisa’/4:1. Namun demikian memang ada hadist yang seolah-olah menunjukkan bahwa laki-laki memiliki kelebihan dari segi ibadah dan perempuan memiliki kekurangan akal dan agama, sebagaimana hadist berikut ini.

“Diriwayatkan oleh ‘Abdullah ibn Umar RA, katanya: Rosullah SAW telah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: