share your knowledge here

A.    Judul Penelitian

Orientasi Profesi Guru Matematika Ditinjau dari Gender.

 

B.     Latar Belakang Masalah

Dalam setiap proses pembelajaran, secara umum dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor peserta didik ( Raw Input) dengan segala karakteristiknya, faktor alat pendukung pembelajaran ( Instrumental Input), dan faktor lingkungan tempat terjadinya pembelajaran ( Environmental Input ).

Hubungan antara ketiga faktor tersebut ditunjukkan pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setiap faktor terdiri atas beberapa komponen. Enviromental input mencakup lingkungan fisik seperti bangunan, lokasi dan suhu, dan lingkungan non-fisik seperti keluarga dan msyarakat. Raw input terdiri dari semua karakteristik peserta didik, yaitu : minat, bakat, kecerdasan, kematangan, dan gender. Sedangkan instrumental input terdiri atas guru, tujuan, kurikulum, buku ajar, metode/ pendekatan pembelajaran, media, alat evaluasi, dan sarana/ prasarana.

Unsur – unsur pada instrumental input saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain. Guru berperan sangat penting dalam hal ini. Dari gambar di atas kita dapat menyimpulkan bahwa guru adalah salah satu unsur dari instrumental input. Tetapi pada kenyataannya peran guru lebih dari itu. Selain merancang tujuan, menyediakan materi, menggunakan metode dan media pembelajaran, melaksanakan evaluasi baik hasil maupun proses belajar, guru juga menentukan kualitas keterhubungan antara ketiga input tersebut terhadap proses belajar mengajar.

Dalam UU Guru dan Dosen tahun 2005 Pasal 1 ayat (1) dan PP No 74 tahun 2008 Pasal 1 (1) disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Seperti kita ketahui bahwa sekarang ini profesi guru banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan prospek kerja guru semakin baik. Peluang kerja guru cukup besar dan insentif guru semakin membaik. Sejalan dengan fenomena tersebut, maka perguruan tinggi yang membuka program keguruan kebanjiran pendaftar. Dari tahun ke tahun peminatnya semakin bertambah. Salah satu program studi yang banyak diminati masyarakat adalah Program Studi Pendidikan Matematika.

Menurut data yang kami dapatkan dari beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Jawa Tengah, dapat kita lihat bahwa dari tahun ke tahun jumlah mahasiswi program studi pendidikan matematika semakin meningkat. Sebagai contoh di Universitas Muhammadiyah Surakarta, pada tahun 1982, prosentase mahasiswi di program studi pendidikan matematika hanya 21,43%. Pada tahun 1987 prosentasenya menjadi 46,67%. Dan pada tahun 2009 prosentasenya menjadi 62, 59%.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan sementara bahwa dengan semakin banyaknya mahasiswi di program studi pendidikan matematika maka akan semakin banyak pula guru matematika wanita. Padahal menurut data yang kami peroleh dari Dirjen PMPTK Diknas, hingga tahun 2008 jumlah guru matematika yang masih aktif di Indonesia adalah 98.082. Jumlah tersebut mencakup guru swasta, negeri, dan honorer di sekolah tingkat menengah pertama dan atas. Dari data tersebut juga dapat dilihat bahwa jumlah guru matematika wanita di lapangan lebih sedikit daripada guru matematika pria. Perbandingannya adalah 54:46. Untuk wilayah Jawa Tengah, perbandingan antara keduanya adalah 53:47.

Berdasarkan uraian di atas, pada penelitian ini penulis akan meneliti tentang mengapa jumlah mahasiswi program studi pendidikan matematika semakin meningkat dan mengapa jumlah guru matematika wanita di lapangan justru semakin sedikit.

 

C.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan dimuka maka dapat dikemukakan dua rumusan permasalahan penelitian :

  1. Mengapa jumlah wanita yang kuliah di program studi pendidikan matematika dari tahun ke tahun semakin tinggi?
  2. Mengapa jumlah guru matematika wanita di lapangan hanya sedikit?

 

D.    Tujuan Penelitian

Secara umum, penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab didominasinya guru matematika oleh pria.

. Secara khusus tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian dan pengembangan ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi penyebab  jumlah wanita yang kuliah di program studi pendidikan matematika dari tahun ke tahun semakin tinggi.
  2. Mengidentifikasi penyebab  jumlah guru matematika wanita di lapangan hanya sedikit.

 

E.     Luaran Yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dalam pembelajaran ini berupa model pembelajaran berbasis permainan dengan menggunakan kartu domino untuk mempermudah dalam mengajarkan konsep pecahan, serta menghilangkan anggapan negatif masyarakat terhadap permainan domino yang biasanya digunakan sebagai ajang perjudian. Selain itu permainan domino merupakan permainan yang tidak hanya membuat anak senang, tetapi juga mempermudah pemahaman siswa khususnya dalam pengajaran bab pecahan.

 

F.     Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis

Secara umum, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada peningkatan kualitas pembelajaran matematika. Utamanya pada peningkatan pemahaman siswa terhadap matematika  melalui permainan kartu domino untuk pembahasan pecahan. Secara khusus penelitian ini memberikan konstribusi kepada pembelajaran matematika berupa pergeseran dari pembelajaran yang hanya mementingkan hasil menuju pembelajaran yang lebih mementingkan proses.

  1. Manfaat Praktis

Penelitian ini memberikan sumbangan bagi guru matematika dan siswa. Bagi guru matematika, permainan kartu domino dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan dan dapat digunakan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Bagi siswa, proses pembelajarn ini dapat meningkatkan pemahamn siswa dalam bidang matematika. Bagi masyarakat bahwa perminan domino tidak hanya permainan yang dipandang negatif, sebagi contoh judi. Akan tetapi permainan domino ini dapat digunkan dlam peningkatan kreativitas belajar metematika, sehingga matematika meruakan suatu pelajaran yang menyenangkan dan bukan menjadi momok bagi masyarakat umum.

 

G.    Tinjauan Pustaka

1.    Dasar Teori

 

2.      Penelitian Terdahulu yang Relevan

Permainan domino digunakan sebagai media atau alat peraga dalam pembelajaran matematika bab pecahan, karena didukung oleh faktor pengamatan anggapan anak tentang pembelajaran pecahan yang rumit dan membosankan.  Dengan demikian, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan serta berpedoman pada model pembelajaran jenis permainan. Dengan penelitian ini, peneliti didukung dan mengacu pada hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang akan dilaksanakan saat ini. Adapun penelitian yang telah dilakukan peneliti terdahulu adalah Sri Pramuningsih (2001) dalam penelitiannya bahwa metode permainan matematika memberi pengaruh yang positif untuk meningkatkan prestasi belajar.

Dari uraian tersebut, jelas bahwa prestasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat intelegensi masing-masing anak. Variasi permainan juga berpengaruh besar dalam daya serap pembelajaran pada anak.

Sedangkan Noor Faizah (2000) dalam skripsinya yang berjudul “Perbedaan Kemajuan Siswa dalam Berhitung dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kreatif dan Konvensional pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Tahun Pelajaran 2003/2004”. Memberikan hasil penelitian bahwa penggunaan model pembelajaran kreatif dengan permainan lebih efektif daripada dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.

Sebagaimana telah diketahui, pembelajaran konvensional atau pembelajaran arah tradisional, misalnya metode pengajaran ceramah, sangatlah tidak efektif lagi diterapkan pada anak. Karena berdampak pada situasi kelas menjadi monoton dan tidak kondusif serta tidak adanya interaksi aktif dari anak. Oleh karena itu model pembelajaran yang inovatif terus diujicobakan, termasuk permainan matematika yang menggunakan kartu domino.

Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, maka peneliti mengadakan penelitian yang menggunakan media atau alat peraga permainan domino, yakni Implementasi Permainan Domino dalam Pembelajaran Matematika Bab Pecahan untuk Sekolah Dasar.

3.      Hipotesis awal

Berdasarkan pemaparan dari tinjauan pustaka diatas maka didapatkan kesimpulan awal bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan permainan domino dalam bab pecahan dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional.

H: Terdapat peningkatan yang cukup signifikan terhadap pemahaman siswa setelah  dilakukan pembelajaran dengan menggunakan permainan domino dalam bab pecahan dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional

 

H.    Metode Penelitian

1.      Jenis Penelitian

Menurut Tejoyumono Notohadiprawiro, metode adalah suatu  kerangka kerja untuk melakukan suatu tindakan atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, berarah, dan berkonteks yang paut (relevant) dengan maksud dan tujuan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif.

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Metode penelitian kualitatif deskriptif  berarti penelitian ini menggunakan rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Jadi  data yang terkumpul berbentuk kata – kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka.

  1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di perguruan tinggi negeri dan swasta dan guru matematika se- Jawa Tengah.

  1. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti sebagai instrumen utama akan menggunakan angket (quesioner)  dan wawancara untuk mengumpulkan data – data yang diperlukan.

  1. Sampel Sumber Data

Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga memudahkan peneliti menjelajahi objek/ situasi yang diteliti.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, angket (kuesioner), dan dokumentasi. Dalam wawancara dan angket yang dijadikan objek adalah mahasiswi pendidikan matematika dan guru matematika wanita. Sedangkan yang akan didokumentasikan adalah data – data guru matematika dari Diknas dan data mahasiswa matematika perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Jawa Tengah.

 

  1. Teknik Analisis Data

Tahapan dalam penelitian ini adalah :

a.       Tahap memasuki lapangan dengan grandtour dan minitour question yang menggunakan analisis data domain.

b.      Tahap kedua yaitu menentukan fokus, teknik pengumpulan data dengan minitour question, analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi.

c.       Tahap ketiga adalah tahap selection. Pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan struktural, analisis data dengan analisis komponensial yang kemudian dilanjutkan dengan analisis tema.

  1. Rencana Pengujian Keabsahan Data

Uji keabsahan data meliputi :

a.       Credibility (validitas internal)

Dalam penelitian ini, pengujian kredibilitas data akan dilakukan dengan peningkatan ketekunan, triangulasi, menggunakan bahan referensi, dan analisis kasus negatif.

b.      Transferability (validitas eksternal)

c.       Dependability (reliabilitas)

d.      Confirmabiility (obyektivitas)

Daftar Pustaka

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Penerbit Alfabeta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: